Setiap kali aku melihat orang-orang disekitarku,
aku merasa mereka sudah berjalan jauh, sedangkan aku masih berdiri ditempat
yang sama. Aku merasa aku masih disini, merenungi semua hal yang masih aku
lakukan. Berpikir apakah semua hal yang aku lakukan, cari, dan putuskan akan mendatangkan
hal yang baik untukku saat ini maupun dimasa yang akan datang.
Terkadang diri ini sangat
lemah, menilai nilai diri sendiri lewat pencapaiaan, prestasi, harta, nama, dan
lain sebagainya. Apakah pantas untuk seorang manusia menggantungkan harga
dirinya lewat status, pencapaian, bahkan harta yang dimilikinya?
Aku rasa jawabannya sangat
tidak pantas jika kita sebagai insan manusia menggantungkan diri pada hal-hal tersebut.
Tapi mengapa aku masih memikirkan hal tersebut.
Pada hal nilai atau keberadaan manusia
tidak dinilai dari hal-hal tersebut. Kita lebih dari hal-hal duniawi yang ingin
kita capai. Kadang kita lupa bahwa harga diri kita sebagai manusia tidak
dinilai dari status, gelar, kekayaan dan lain sebagainya. Kita lebih dari itu.
Bagaimana jika hal-hal
duniawi tersebut hilang dalam sekejab, apakah manusia masih bisa bertahan dan
merasa bahwa dirinya berharga?
Banyak sekarang yang kita ketahui,
kekayaan membuat manusia serakah dan sombong. Mengangap manusia lain rendah
hanya karena ia memiliki harta yang tak dimiliki oleh manusia lain. Merasa diri
hebat karena dibelakangnya ada nama orang tua yang akan selalu melindungi.
Pertanyaannya ialah,
bagaimana jika orang tua yang selalu melindungi kita saat kita melakukan tindakan
semena-mena, pergi meninggalkan kita? Apakah
setelah semua hartanya pergi, manusia bertanya masih layakkah aku disebut
sebagai manusia?
Tuhan menciptakan manusia
seturut gambaran dan rupa-Nya dan mungkin dalam perjalanan kehidupan kita melupakan
hal tersebut. Di zaman yang semakin canggih, orang-orang mulai gencar menujukan
eksistensinya lewat harta ataupun status yang ia miliki.
Dalam hal ini aku belajar bahwa jika manusia
menggantungkan atau bahkan menyembah hal tersebut, pantaskah manusia disebut
sebagai ciptaan Tuhan?
Aku belajar untuk merubah
mindsetku tentang ini, kejarlah hal duniawi secukupnya, selebihnya carilah
Tuhan Allahmu.
.png)
Comments
Post a Comment